Random Movies

Selasa, 20 Maret 2012

MTsN Payakumbuh Beli Mobil Dengan Uang Rp1000

Mobil bus operasional hasil gerakan seribu rupiah (gebu) milik MTsN Kota Payakumbuh, diresmikan pemakainnya oleh Kakanwil Kemenag Sumbar H. Ismail Usman dan Rektor IAIN diwakili Kabiro AUAK H. Amrul Wahdi di MTsN setempat Payakumbuh, Kamis (5/1).
Bus tersebut akan dipakai untuk operasional madrasah setiap hari. Prosesnya mendapatkan mobil tersebut setiap hari anak-anak memberikan infaknya melalui celengan yang dikoordinir komite sekolah. Tidak bersifat paksaan.
Dan fungsinya nantinya mobil itu untuk menunjang kegiatan ekstra dan kegiatan sosial lainnya. Bus ini jelas bermanfaat positif bagi kalangan sekolah. Untuk itu jangan pernah menyalahgunakan kenderaan itu di luar kepentingan dinas. Karena, orang bisa saja menebar fitnah dan rusaklah lembaga kita. Tapi, kalau betul-betul sesuai dengan fungsinya maka akan memberikan dampak positif bagi kegiatan proses belajar mengajar (PBM).
Ingat pula. Kalau dana ini adalah murni hasil gerakan seribu (gebu) yang dimotori oleh siswa/wi di madrasah. Tidak mudah untuk melakukan kegiatan itu. Tapi juga tidak sulit dilaksanakan kalau semua kita paham dengan peran dan fungsi masing-masing di sekolah ini,’’terang Ismail Usman di damping Kakan. Kemenag Kota Payakumbuh H. Bustari dan Kepala MTsN Alek Sandra.
Dengan beroperasinya mobil ini di setiap madrasah di Sumbar, maka kita akan menjadi besar. Kebesaran ini akan kecil dan menjadi tidak berarti kalau kita salah dalam menggunakan wewenang, khusus dalam memakai tersebut untuk kepentingan pribadi. Hindarkanlah kebiasaan itu. Sebab masalah pelayanan agama saat ini dan masa datang orang akan mudah mencap kita tidak benar. Ingat kalau lembaga Kemenag ini punya tanggung besar terhadap umat,’’kata Kakanwil lagi.
Kakanwil Ismail Usman setelah meresmikan pemakaian bus tersebut, langsung menguji cobanya dan mneyetir. Bus tersebut bersama Kabiro Amrul Wahdi dinilai sangat baik kondisinya. Ini patut dicontoh oleh madrasah/sekolah lainnya di daerah lain. Karena, dalam kondisi saat ini mobil operasional layak dimiliki untuk pelayanan pendidikan keagamaan.
“”Saya pernah jalan-jalan ke Kanwil Kemenag Jawa Timur. Mobil operasional hajinya saja sampai enam unit. Kok kita di Kanwil Sumbar tidak ada. Inilah yang perlu kita perjuangkan. Mohon kiranya, pak Amrul Wahdi yang punya pergaulan luas di Jakarta dapat menfasilitasi kami. Kiranya kenderaal operasional itu bisa kita miliki,’’harapanya.
Lihat Bekas Kebakaran
Kakanwil Ismail Usman dan Kabiro Amrul Wahdi dari MTsN tersebut naik bus ke lokasi kebakaran asrama putrai MAN 2 Payakumbuh. Di lokasi ini spontan Kaknawil bersama rombongan kaget dan beriba hati dan langsung menanyakan kepada kepala MAN Elinar Anas, kondisi anak-anak yang kehilangan tempat ini, kemana di tempatkan. Ada pak.
“”Sementara mereka kita pindahkan ke lokasi di sekolah yang tida terpakai. Cuma pakaian dan ijazah mereka ada yang terbakar termasuk pakaian harian dan sekolahnya. Cobaan ini sangat luar biasa pak Kakanwil,’kata Elinar Anas bersedih hati.
Ya. Nanti kita akan usahakan bantuan dari Pemda, Pemrov dan Kemenag Pusat,’’terang Ismail Usman. (afrinal aliman)
Tek foto
MOBIL GEBU—Kakanwil Kemenag Sumbar Ismail Usman dan Kabiro IAIN Amrul Wahdi dan Kepala MTsN Kota Payakumbuh menguji coba bus hasil Gerakan Seribu (Gebu), Kamis (5/1). humas

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More